Rabu, 24 April 2013

Men Are Supposed To Be Guardians, Not Hunters

Sebetulnya gw sudah mau nulis tentang topik (yang jadi judul post) ini dari setahun yang lalu...
Entah mengapa, entah gw lupa ato memang nggak taw mo nulis apa, cuman jadi draft aja...
Akhirnya baru jadi tulisan setelah semalam mendengar cerita Lulu...

Jadi setelah D'Meeting semalam, Lulu cerita tentang pengalaman dya di GI... Ada seorang laki-laki yang terlibat pertengkaran dengan seorang perempuan di tempat umum (gw duga temannya, pacarnya, ato bisa aja adiknya)... Entah apa yang dipertengkarkan, kemudian si lelaki memukul teman perempuannya di wajah hingga terjatuh, dan tidak hanya sekali saja dipukulnya... Gw juga agak lupa detailnya seperti apa, karena bukan itu yang jadi fokus gw ketika mendengarkan cerita tersebut... Yang muncul di pikiran gw justru rasa marah, dan rasa marah itu bahkan masih ada sampai sekarang...

 Mengapa gw marah? Gw marah bukan hanya karena laki-laki tersebut memukul perempuan, tapi gw marah karena perempuan tersebut membiarkan dirinya direndahkan...

Cerita itu membawa ingatan gw kembali ketika gw SMP...

Suatu hari gw mendengar cerita dari teman laki-laki bahwa ia sedang ngumpul di rumah temannya, dan ada beberapa temannya yang lain, beberapa anak laki-laki dan cukup banyak anak perempuannya... Ada seorang anak perempuan yang sepertinya minum alkohol dan menjadi mabuk, dan gw rasa kalian sudah bisa menebak apa yang terjadi ketika ada seorang perempuan mabuk di antara banyak laki-laki...

Singkat cerita, mereka melecehkan perempuan ini, dan yang masih menjadi keheranan gw adalah, mengapa tidak ada yang menghentikan pelecehan tersebut, bahkan teman-teman perempuannya yang lain justru hanya bisa melihat dan tidak melakukan apa-apa untuk menghentikannya...

Mengapa laki-laki sampai merendahkan perempuan, dan perempuan membiarkan diri mereka direndahkan?
Mungkin, mungkin saja, penyebabnya yang mendasar adalah karena nilai yang dipegang masyarakat memang "sudah sewajarnya hal itu terjadi"

Nilai-nilai seperti:
Memang perempuan itu makhluk kelas dua
Memang perempuan itu lemah
Memang perempuan itu minoritas
Dan ada banyak lage yang lainnya, you name it!

Come on, people!

Sadarlah, hai perempuan!
Mau sampai kapan kalian direndahkan dan membiarkan diri kalian direndahkan?

Sadarlah, hai laki-laki!
Kalian bukan laki-laki sejati sampai kalian menyadari tujuan sebenarnya kalian diciptakan...


Men are supposed to be guardians, not hunters...

Stop memandang perempuan sebagai objek yang harus ditaklukkan...
Bayangkan perasaan kalian ketika kalian sudah berkeluarga, dan anak perempuan atau istri kalian direndahkan...


Marahlah, sama seperti gw marah...

Gw marah ketika laki-laki menggunakan kekuatannya untuk melukai perempuan, bukannya melindungi mereka...
Gw marah ketika laki-laki memandang perempuan hanya sebagai objek seksual, bukannya melihat mereka sebagai adik yang harus dijaga...
Gw marah ketika para ayah tidak berdaya untuk melindungi para anak perempuan mereka...

Be angry, and do something about it!

Selasa, 16 April 2013

Mereka Bilang Muka Gw Jutek Kalo Serius

Semua bermula dari D' Meeting, nama komsel gw tiap hari Selasa bareng Frankie, Lulu, and Clara...

Kira2 kejadiannya bgini pada satu hari...
Yang lage ngomong : bla bla bla... 
Gw                           : *diam menyimak* 
Yang lage ngomong : Do, loe lage marah? 
Gw                           : *kaget* Nggak, gw lage serius dengerin kok... 
Yang lage ngomong : Oh...

Serius... Kok... Dikira... Marah?

Baru dari situ, gw menyadari bahwa ada-yang-salah-dengan-muka-gw-kalo-lage-serius... Apalagi ketika gw ngobrol dengan Ariela Sanger terkait hal tersebut, dan dya juga bilang hal serupa, bahwa muka gw jutek kalo lage serius...

Entah kenapa, semuanya jadi mulai jelas sekarang... Kalo inget-inget lage, setiap perdebatan yang gw lalui, pasti berakhir dengan konflik... Dan bisa jadi, muka gw yang salah-pasang-ekspresi-kalo-lage-serius inilah salah satu penyebabnya... Pernah gw lage ngobrol serius dengan salah satu temen gw di youth, dan mendadak nada suara dya meninggi... Dalam hati gw mikir, lah, kenapa nadanya jadi ngajak berantem?

Yah, begitulah...

Sejak saat itu, gw jadi sering menyadarkan diri gw kalo lage menyimak pembicaraan orang lain untuk masang muka santai... Sering banget jadi tiba-tiba senyum sendiri, padahal omongannya lage serius, simply karena gw nggak mau orang salah ngira gw lage jutek...

Oiya, tolong diingatkan ya, kalo muka gw lage jutek... Mase berusaha untuk selalu pasang tampang menyenangkan neh...

And btw, gw laper... *lah kok endingnya begitu*

Sabtu, 06 April 2013

Milik Gw Itu Bukan Milik Gw

Jadi inget kejadian 2 hari yang lalu...

Gw lage di motor dalam perjalanan pulang dari kampus...
Waktu itu malam hari, dan cukup capek dan agak ngantuk...
Kondisi jalanan macet, dan motor gw ada di sisi kanan jalan, menyalip mobil di kiri dan kanan gw...

Nah, tiba-tiba motor di depan gw berhenti, dan kejadian selanjutnya terjadi dengan sangat cepatnya... Seorang laki-laki meneriakkan sesuatu, terdengar bunyi klakson mobil Alphard, dan detik berikutnya, laki-laki tersebut mematahkan kaca spion sebelah kiri mobil tersebut...

Detik berikutnya, ia pergi ke arah jalan yang berlawanan arus dengan jalan yang gw lewati, dan di sisi pembatas jalan menunggu temannya yang mengendarai motor (semoga kalian kebayang)... Dan detik berikutnya mereka berdua sudah melesat pergi...

Jujur gw shock...

Gw pikir awalnya laki-laki ini terlibat keributan, entah apa yang diributkan sehingga ia marah dan merusak kaca spion mobil Alphard tersebut... Belakangan begitu gw menyalip mobil tersebut dari sisi kanannya, gw baru melihat bahwa kaca spion kanannya juga hilang...

Belakangan gw baru berpikir bahwa mobil ini korban perampokan...

Gila, ga nyangka akan ngeliat kejadian semacam itu dengan mata kepala gw sendiri...
Baru pertama kali ngeliat, dan gw cuman bisa terdiam... Orang-orang lain yang melihatnya pun juga tidak melakukan apa-apa...
Cepat sekali mereka beraksi... Tidak sampai 10 detik, hilang sudah kaca spionnya...
Jakarta memang benar-benar keras...

Dan ketika gw melanjutkan perjalanan, kejadian tadi membuat gw berpikir...

Bisa saja hari itu motor gw yang dirampok...
Bisa saja hari itu gw yang jadi korban kejahatan...

Selama ini, gw keluar rumah setiap harinya dengan anggapan bahwa gw akan baik-baik saja, tidak akan ada sesuatu pun yang menimpa gw... Gw lupa bahwa dunia di luar rumah gw adalah dunia yang keras... Tinggal tunggu waktu sampai gw jadi korban selanjutnya... Mungkin besok, mungkin lusa, tidak ada yang tahu...

Kejadian malam itu membuat gw lebih aware...

Aware bahwa gw masih selamat sampai hari ini, semua itu karena pertolongan dan perlindungan Tuhan...
Aware bahwa segala kepunyaan gw itu bukan milik gw, itu miliknya Tuhan...

Jadi ya kalo Tuhan mau ngambil motor gw, silakan, itu milikNya Tuhan...
Kalo Tuhan mau ngambil hidup gw, silakan, hidup gw ini juga milikNya Tuhan...

Milik gw itu bukan milik gw...

Ayo kita aktifkan lagi blog ini

Udah sekian...
Judulnya begitu aja...
Iya emang segitu aja...