Sebetulnya gw sudah mau nulis tentang topik (yang jadi judul post) ini dari setahun yang lalu...
Entah mengapa, entah gw lupa ato memang nggak taw mo nulis apa, cuman jadi draft aja...
Akhirnya baru jadi tulisan setelah semalam mendengar cerita Lulu...
Jadi setelah D'Meeting semalam, Lulu cerita tentang pengalaman dya di GI... Ada seorang laki-laki yang terlibat pertengkaran dengan seorang perempuan di tempat umum (gw duga temannya, pacarnya, ato bisa aja adiknya)... Entah apa yang dipertengkarkan, kemudian si lelaki memukul teman perempuannya di wajah hingga terjatuh, dan tidak hanya sekali saja dipukulnya... Gw juga agak lupa detailnya seperti apa, karena bukan itu yang jadi fokus gw ketika mendengarkan cerita tersebut... Yang muncul di pikiran gw justru rasa marah, dan rasa marah itu bahkan masih ada sampai sekarang...
Mengapa gw marah? Gw marah bukan hanya karena laki-laki tersebut memukul perempuan, tapi gw marah karena perempuan tersebut membiarkan dirinya direndahkan...
Cerita itu membawa ingatan gw kembali ketika gw SMP...
Suatu hari gw mendengar cerita dari teman laki-laki bahwa ia sedang ngumpul di rumah temannya, dan ada beberapa temannya yang lain, beberapa anak laki-laki dan cukup banyak anak perempuannya... Ada seorang anak perempuan yang sepertinya minum alkohol dan menjadi mabuk, dan gw rasa kalian sudah bisa menebak apa yang terjadi ketika ada seorang perempuan mabuk di antara banyak laki-laki...
Singkat cerita, mereka melecehkan perempuan ini, dan yang masih menjadi keheranan gw adalah, mengapa tidak ada yang menghentikan pelecehan tersebut, bahkan teman-teman perempuannya yang lain justru hanya bisa melihat dan tidak melakukan apa-apa untuk menghentikannya...
Mengapa laki-laki sampai merendahkan perempuan, dan perempuan membiarkan diri mereka direndahkan?
Mungkin, mungkin saja, penyebabnya yang mendasar adalah karena nilai yang dipegang masyarakat memang "sudah sewajarnya hal itu terjadi"
Nilai-nilai seperti:
Memang perempuan itu makhluk kelas dua
Memang perempuan itu lemah
Memang perempuan itu minoritas
Dan ada banyak lage yang lainnya, you name it!
Come on, people!
Sadarlah, hai perempuan!
Mau sampai kapan kalian direndahkan dan membiarkan diri kalian direndahkan?
Sadarlah, hai laki-laki!
Kalian bukan laki-laki sejati sampai kalian menyadari tujuan sebenarnya kalian diciptakan...
Men are supposed to be guardians, not hunters...
Stop memandang perempuan sebagai objek yang harus ditaklukkan...
Bayangkan perasaan kalian ketika kalian sudah berkeluarga, dan anak perempuan atau istri kalian direndahkan...
Marahlah, sama seperti gw marah...
Gw marah ketika laki-laki menggunakan kekuatannya untuk melukai perempuan, bukannya melindungi mereka...
Gw marah ketika laki-laki memandang perempuan hanya sebagai objek seksual, bukannya melihat mereka sebagai adik yang harus dijaga...
Gw marah ketika para ayah tidak berdaya untuk melindungi para anak perempuan mereka...
Be angry, and do something about it!
Epitaph Of Genesis
Rabu, 24 April 2013
Selasa, 16 April 2013
Mereka Bilang Muka Gw Jutek Kalo Serius
Semua bermula dari D' Meeting, nama komsel gw tiap hari Selasa bareng Frankie, Lulu, and Clara...
Kira2 kejadiannya bgini pada satu hari...
Serius... Kok... Dikira... Marah?
Baru dari situ, gw menyadari bahwa ada-yang-salah-dengan-muka-gw-kalo-lage-serius... Apalagi ketika gw ngobrol dengan Ariela Sanger terkait hal tersebut, dan dya juga bilang hal serupa, bahwa muka gw jutek kalo lage serius...
Entah kenapa, semuanya jadi mulai jelas sekarang... Kalo inget-inget lage, setiap perdebatan yang gw lalui, pasti berakhir dengan konflik... Dan bisa jadi, muka gw yang salah-pasang-ekspresi-kalo-lage-serius inilah salah satu penyebabnya... Pernah gw lage ngobrol serius dengan salah satu temen gw di youth, dan mendadak nada suara dya meninggi... Dalam hati gw mikir, lah, kenapa nadanya jadi ngajak berantem?
Yah, begitulah...
Sejak saat itu, gw jadi sering menyadarkan diri gw kalo lage menyimak pembicaraan orang lain untuk masang muka santai... Sering banget jadi tiba-tiba senyum sendiri, padahal omongannya lage serius, simply karena gw nggak mau orang salah ngira gw lage jutek...
Oiya, tolong diingatkan ya, kalo muka gw lage jutek... Mase berusaha untuk selalu pasang tampang menyenangkan neh...
And btw, gw laper... *lah kok endingnya begitu*
Kira2 kejadiannya bgini pada satu hari...
Yang lage ngomong : bla bla bla...
Gw : *diam menyimak*
Yang lage ngomong : Do, loe lage marah?
Gw : *kaget* Nggak, gw lage serius dengerin kok...
Yang lage ngomong : Oh...
Serius... Kok... Dikira... Marah?
Baru dari situ, gw menyadari bahwa ada-yang-salah-dengan-muka-gw-kalo-lage-serius... Apalagi ketika gw ngobrol dengan Ariela Sanger terkait hal tersebut, dan dya juga bilang hal serupa, bahwa muka gw jutek kalo lage serius...
Entah kenapa, semuanya jadi mulai jelas sekarang... Kalo inget-inget lage, setiap perdebatan yang gw lalui, pasti berakhir dengan konflik... Dan bisa jadi, muka gw yang salah-pasang-ekspresi-kalo-lage-serius inilah salah satu penyebabnya... Pernah gw lage ngobrol serius dengan salah satu temen gw di youth, dan mendadak nada suara dya meninggi... Dalam hati gw mikir, lah, kenapa nadanya jadi ngajak berantem?
Yah, begitulah...
Sejak saat itu, gw jadi sering menyadarkan diri gw kalo lage menyimak pembicaraan orang lain untuk masang muka santai... Sering banget jadi tiba-tiba senyum sendiri, padahal omongannya lage serius, simply karena gw nggak mau orang salah ngira gw lage jutek...
Oiya, tolong diingatkan ya, kalo muka gw lage jutek... Mase berusaha untuk selalu pasang tampang menyenangkan neh...
And btw, gw laper... *lah kok endingnya begitu*
Sabtu, 06 April 2013
Milik Gw Itu Bukan Milik Gw
Jadi inget kejadian 2 hari yang lalu...
Gw lage di motor dalam perjalanan pulang dari kampus...
Waktu itu malam hari, dan cukup capek dan agak ngantuk...
Kondisi jalanan macet, dan motor gw ada di sisi kanan jalan, menyalip mobil di kiri dan kanan gw...
Nah, tiba-tiba motor di depan gw berhenti, dan kejadian selanjutnya terjadi dengan sangat cepatnya... Seorang laki-laki meneriakkan sesuatu, terdengar bunyi klakson mobil Alphard, dan detik berikutnya, laki-laki tersebut mematahkan kaca spion sebelah kiri mobil tersebut...
Detik berikutnya, ia pergi ke arah jalan yang berlawanan arus dengan jalan yang gw lewati, dan di sisi pembatas jalan menunggu temannya yang mengendarai motor (semoga kalian kebayang)... Dan detik berikutnya mereka berdua sudah melesat pergi...
Jujur gw shock...
Gw pikir awalnya laki-laki ini terlibat keributan, entah apa yang diributkan sehingga ia marah dan merusak kaca spion mobil Alphard tersebut... Belakangan begitu gw menyalip mobil tersebut dari sisi kanannya, gw baru melihat bahwa kaca spion kanannya juga hilang...
Belakangan gw baru berpikir bahwa mobil ini korban perampokan...
Gila, ga nyangka akan ngeliat kejadian semacam itu dengan mata kepala gw sendiri...
Baru pertama kali ngeliat, dan gw cuman bisa terdiam... Orang-orang lain yang melihatnya pun juga tidak melakukan apa-apa...
Cepat sekali mereka beraksi... Tidak sampai 10 detik, hilang sudah kaca spionnya...
Jakarta memang benar-benar keras...
Dan ketika gw melanjutkan perjalanan, kejadian tadi membuat gw berpikir...
Bisa saja hari itu motor gw yang dirampok...
Bisa saja hari itu gw yang jadi korban kejahatan...
Selama ini, gw keluar rumah setiap harinya dengan anggapan bahwa gw akan baik-baik saja, tidak akan ada sesuatu pun yang menimpa gw... Gw lupa bahwa dunia di luar rumah gw adalah dunia yang keras... Tinggal tunggu waktu sampai gw jadi korban selanjutnya... Mungkin besok, mungkin lusa, tidak ada yang tahu...
Kejadian malam itu membuat gw lebih aware...
Aware bahwa gw masih selamat sampai hari ini, semua itu karena pertolongan dan perlindungan Tuhan...
Aware bahwa segala kepunyaan gw itu bukan milik gw, itu miliknya Tuhan...
Jadi ya kalo Tuhan mau ngambil motor gw, silakan, itu milikNya Tuhan...
Kalo Tuhan mau ngambil hidup gw, silakan, hidup gw ini juga milikNya Tuhan...
Milik gw itu bukan milik gw...
Gw lage di motor dalam perjalanan pulang dari kampus...
Waktu itu malam hari, dan cukup capek dan agak ngantuk...
Kondisi jalanan macet, dan motor gw ada di sisi kanan jalan, menyalip mobil di kiri dan kanan gw...
Nah, tiba-tiba motor di depan gw berhenti, dan kejadian selanjutnya terjadi dengan sangat cepatnya... Seorang laki-laki meneriakkan sesuatu, terdengar bunyi klakson mobil Alphard, dan detik berikutnya, laki-laki tersebut mematahkan kaca spion sebelah kiri mobil tersebut...
Detik berikutnya, ia pergi ke arah jalan yang berlawanan arus dengan jalan yang gw lewati, dan di sisi pembatas jalan menunggu temannya yang mengendarai motor (semoga kalian kebayang)... Dan detik berikutnya mereka berdua sudah melesat pergi...
Jujur gw shock...
Gw pikir awalnya laki-laki ini terlibat keributan, entah apa yang diributkan sehingga ia marah dan merusak kaca spion mobil Alphard tersebut... Belakangan begitu gw menyalip mobil tersebut dari sisi kanannya, gw baru melihat bahwa kaca spion kanannya juga hilang...
Belakangan gw baru berpikir bahwa mobil ini korban perampokan...
Gila, ga nyangka akan ngeliat kejadian semacam itu dengan mata kepala gw sendiri...
Baru pertama kali ngeliat, dan gw cuman bisa terdiam... Orang-orang lain yang melihatnya pun juga tidak melakukan apa-apa...
Cepat sekali mereka beraksi... Tidak sampai 10 detik, hilang sudah kaca spionnya...
Jakarta memang benar-benar keras...
Dan ketika gw melanjutkan perjalanan, kejadian tadi membuat gw berpikir...
Bisa saja hari itu motor gw yang dirampok...
Bisa saja hari itu gw yang jadi korban kejahatan...
Selama ini, gw keluar rumah setiap harinya dengan anggapan bahwa gw akan baik-baik saja, tidak akan ada sesuatu pun yang menimpa gw... Gw lupa bahwa dunia di luar rumah gw adalah dunia yang keras... Tinggal tunggu waktu sampai gw jadi korban selanjutnya... Mungkin besok, mungkin lusa, tidak ada yang tahu...
Kejadian malam itu membuat gw lebih aware...
Aware bahwa gw masih selamat sampai hari ini, semua itu karena pertolongan dan perlindungan Tuhan...
Aware bahwa segala kepunyaan gw itu bukan milik gw, itu miliknya Tuhan...
Jadi ya kalo Tuhan mau ngambil motor gw, silakan, itu milikNya Tuhan...
Kalo Tuhan mau ngambil hidup gw, silakan, hidup gw ini juga milikNya Tuhan...
Milik gw itu bukan milik gw...
Rabu, 22 Agustus 2012
Daripada dijadiin stres, mendingan dijadiin judul post
Seperti yang kalian tahu (atau yang kalian tidak tahu), gw saat ini sedang semester 7, yang berarti lage ngambil matakuliah Seminar... Seminar itu seperti pra-skripsi, dimana di Seminar, loe dituntut untuk membuat bab 1-nya skripsi...
Nah, deadline pengumpulan topik Seminar semakin dekat, H-5, dan topik yang gw pikirkan baru aja gugur dengan sendirinya dua hari yang lalu... Pusing jadinya...
Dan berhari-hari ini gw jadi ga tenang... Bangun tidur, mikirin topik Seminar... Browsing internet, kepikiran topik lage... Makan, jadi ga menikmati karena mikirin topik... Bahkan ga bisa tidur gara-gara otak memaksa gw untuk mikirin Seminar...
Ampun deh...
Nah, deadline pengumpulan topik Seminar semakin dekat, H-5, dan topik yang gw pikirkan baru aja gugur dengan sendirinya dua hari yang lalu... Pusing jadinya...
Dan berhari-hari ini gw jadi ga tenang... Bangun tidur, mikirin topik Seminar... Browsing internet, kepikiran topik lage... Makan, jadi ga menikmati karena mikirin topik... Bahkan ga bisa tidur gara-gara otak memaksa gw untuk mikirin Seminar...
Ampun deh...
Rabu, 15 Agustus 2012
Something I Just Figured Out Today
Beberapa waktu yang lalu, Frankie nyuruh gw ngerjain suatu tes, yang belakangan gw baru taw bahwa tes itu namanya DISC (untuk lebih jelasnya apa itu DISC test, cek link ini)
Dari hasil tes itu, gw jadi taw hal-hal mengenai kepribadian gw, yang ternyata, gw sendiri pun terkaget-kaget dengan hasilnya...
Ternyata gw baru sadar kalo gw itu punya kecenderungan yang tinggi untuk menjadi perfeksionis...
Sesuatu yang rasanya agak sulit untuk gw terima...
Selama ini gw punya persepsi bahwa gw itu orangnya ga perfeksionis... Gw mase beranggapan bahwa orang yang perfeksionis itu ambisius banget, dan kayaknya gw bukan tipe orang seperti itu...
Tapi kejadian hari ini semakin membuat gw yakin bahwa ternyata gw memang perfeksionis...
Kata temen gw, gw itu kalo kerja kelompok, cenderung ingin menguasai semua pekerjaan... Ide dari gw, ya yang ngerjain juga gw... Kalo dipikir-pikir, bener juga... Memang berat untuk mengakuinya, tapi gw memang nggak sebegitu percayanya kalo gw kasi kerjaan ke orang laen... Karena kalo gw kasi ke orang laen dan hasilnya jadi jelek, nah gw ga mau tuh kayak bgitu...
Dan gw juga baru sadar, bahwa ternyata gw selalu pengen dapet A di tiap matakuliah yang gw ambil... Hal itu membuktikan bahwa, the need of achievement gw tinggi... Di satu sisi, hal itu baik, tapi ya nggak selamanya baik juga...
Gene neh alasannya mengapa gw selalu mengalami konflik di tiap kelompok yang tugasnya berupa project yang cukup gede, kayak Observasi, Wawancara, Eksperimen, Konstruksi Tes, Pelatihan... Wah, gw inget banget bahwa gw pasti selalu mengalami konflik di kelompok-kelompok tersebut...
Konflik itu sebetulnya baik, dan bukan berarti gw menghindari konflik... Tapi kalo terus-terusan berkonflik, rasanya ada sesuatu yang salah... Apalagi ditambah sifat gw yang keras kepala dan super kritis, lengkap sudah...
Mungkin bagi beberapa orang yang pernah sekelompok dengan gw, pasti juga menyadari hal tersebut... Maaf ya kalo ada yang bahkan sampai berpikiran jelek tentang gw... Maaf ya kalo ada yang mase menyimpan kekesalan dengan gw sampai hari ini...
Beruntung gw menyadari hal ini dari sekarang, jadi gw mase bisa memperbaiki kesalahan gw dan belajar untuk menjadi lebih baik...
Senin, 13 Agustus 2012
TGIM and ONIF
Harusnya gw post ini kmaren di hari Senin atau besok-besok di hari Jumat, biar lebih pas momennya...
Tapi ya sudahlah...
Anyway, berapa banyak di antara kita, yang bekerja, kuliah, sekolah, atau apapun itu, yang merasa sangat happy kalo udah hari Jumat (yang berarti besoknya libur) dan merasa sangat malas ketika udah masuk hari Senin (yang berarti udah mulai beraktivitas lage)?
Hahaha... Gw yakin, ada banyak sekali dari kita yang mengalami hal demikian... Sampai-sampai muncul istilah I Hate Monday dan Thank God It's Friday...
Pertanyaannya, mengapa?
Mengapa kita sebegitu membenci hari Senin dan sebegitu senangnya ketika hari Jumat?
Ada apa dengan aktivitas kita dari hari Senin hingga Jumat?
Apakah kita tidak menyukai pekerjaan kita?
Apakah kita tidak menyukai kuliah kita?
Apakah kita tidak menyukai sekolah kita?
Apakah kita tidak menyukai hidup kita?
Kalo betul bahwa kita tidak menyukai aktivitas kita dari hari Senin hingga Jumat, mengapa kita masih melakukannya?
Karena tuntutan keluarga?
Karena tuntutan kehidupan?
Karena tuntutan masyarakat?
Atau karena segudang alasan lainnya yang menjadi alasan mengapa kita masih melakukan hal yang tidak kita sukai?
Hmm... Gw mau menawarkan satu konsep sederhana:
Kalo kita nggak suka, ya nggak usah dikerjain
Simpel kan...
Sayangnya, otak kita yang membuatnya nggak simpel...
Kan nggak segampang itu pindah kerjaan...
Nanti gmana keluarga gw kalo gw nggak kerja?
Apa kata orangtua kalo gw ga kuliah di tempat yang mereka pilihkan?
Apa kata teman-teman gw kalo gw ga sekolah?
Your life is your life, not your parents' life, not your friends' life, even it's not your society's life...
IT'S... YOUR... LIFE...
You deserve a life, EXACTLY, how you want it to be...
Kelihatannya belum semua kita mulai merasa tergugah... Tidak apa-apa, yang penting pemikiran ini mulai ada di pikiran kalian...
Sedikit sharing kehidupan gw, gw sangat suka aktivitas kuliah gw... Walaupun semester 7 ini padat aktivitas, gw menjalaninya dengan perasaan yang bersemangat, simply karena gw suka berada di dalamnya...
Gw ga suka kalo udah kelamaan liburan, di rumah doank dan ga ngapa-ngapain... Kerjaan gw cuman makan, main laptop, tidur, nonton, baca buku, udah begitu aja... Lumutan gw jadinya...
Jalan-jalan pun nggak bisa sering-sering karena ngabisin duid dan nggak banyak tempat yang bisa dikunjungi dengan budget yang terbatas...
Makanya gw seneng banget pas udah mulai kuliah lage...
Apapun aktivitas kita, seharusnya aktivitas tersebut sebegitu menyenangkannya, sehingga kita menanti-nantikan hari Senin dan mulai berasa nggak suka kalo udah hari Jumat... Seharusnya mindset ini yang selalu ada di pemikiran kita:
Thank God It's Monday...
Oh No, It's Friday...
Langganan:
Komentar (Atom)