Rabu, 22 Agustus 2012

Daripada dijadiin stres, mendingan dijadiin judul post

Seperti yang kalian tahu (atau yang kalian tidak tahu), gw saat ini sedang semester 7, yang berarti lage ngambil matakuliah Seminar... Seminar itu seperti pra-skripsi, dimana di Seminar, loe dituntut untuk membuat bab 1-nya skripsi...

Nah, deadline pengumpulan topik Seminar semakin dekat, H-5, dan topik yang gw pikirkan baru aja gugur dengan sendirinya dua hari yang lalu... Pusing jadinya...

Dan berhari-hari ini gw jadi ga tenang... Bangun tidur, mikirin topik Seminar... Browsing internet, kepikiran topik lage... Makan, jadi ga menikmati karena mikirin topik... Bahkan ga bisa tidur gara-gara otak memaksa gw untuk mikirin Seminar...

Ampun deh...

Rabu, 15 Agustus 2012

Something I Just Figured Out Today

Beberapa waktu yang lalu, Frankie nyuruh gw ngerjain suatu tes, yang belakangan gw baru taw bahwa tes itu namanya DISC (untuk lebih jelasnya apa itu DISC test, cek link ini)

Dari hasil tes itu, gw jadi taw hal-hal mengenai kepribadian gw, yang ternyata, gw sendiri pun terkaget-kaget dengan hasilnya...

Ternyata gw baru sadar kalo gw itu punya kecenderungan yang tinggi untuk menjadi perfeksionis...

Sesuatu yang rasanya agak sulit untuk gw terima...

Selama ini gw punya persepsi bahwa gw itu orangnya ga perfeksionis... Gw mase beranggapan bahwa orang yang perfeksionis itu ambisius banget, dan kayaknya gw bukan tipe orang seperti itu...

Tapi kejadian hari ini semakin membuat gw yakin bahwa ternyata gw memang perfeksionis...

Kata temen gw, gw itu kalo kerja kelompok, cenderung ingin menguasai semua pekerjaan... Ide dari gw, ya yang ngerjain juga gw... Kalo dipikir-pikir, bener juga... Memang berat untuk mengakuinya, tapi gw memang nggak sebegitu percayanya kalo gw kasi kerjaan ke orang laen... Karena kalo gw kasi ke orang laen dan hasilnya jadi jelek, nah gw ga mau tuh kayak bgitu...

Dan gw juga baru sadar, bahwa ternyata gw selalu pengen dapet A di tiap matakuliah yang gw ambil... Hal itu membuktikan bahwa, the need of achievement gw tinggi... Di satu sisi, hal itu baik, tapi ya nggak selamanya baik juga...

Gene neh alasannya mengapa gw selalu mengalami konflik di tiap kelompok yang tugasnya berupa project yang cukup gede, kayak Observasi, Wawancara, Eksperimen, Konstruksi Tes, Pelatihan... Wah, gw inget banget bahwa gw pasti selalu mengalami konflik di kelompok-kelompok tersebut...

Konflik itu sebetulnya baik, dan bukan berarti gw menghindari konflik... Tapi kalo terus-terusan berkonflik, rasanya ada sesuatu yang salah... Apalagi ditambah sifat gw yang keras kepala dan super kritis, lengkap sudah...

Mungkin bagi beberapa orang yang pernah sekelompok dengan gw, pasti juga menyadari hal tersebut... Maaf ya kalo ada yang bahkan sampai berpikiran jelek tentang gw... Maaf ya kalo ada yang mase menyimpan kekesalan dengan gw sampai hari ini...

Beruntung gw menyadari hal ini dari sekarang, jadi gw mase bisa memperbaiki kesalahan gw dan belajar untuk menjadi lebih baik...

Senin, 13 Agustus 2012

TGIM and ONIF

Harusnya gw post ini kmaren di hari Senin atau besok-besok di hari Jumat, biar lebih pas momennya...

Tapi ya sudahlah...

Anyway, berapa banyak di antara kita, yang bekerja, kuliah, sekolah, atau apapun itu, yang merasa sangat happy kalo udah hari Jumat (yang berarti besoknya libur) dan merasa sangat malas ketika udah masuk hari Senin (yang berarti udah mulai beraktivitas lage)?

Hahaha... Gw yakin, ada banyak sekali dari kita yang mengalami hal demikian... Sampai-sampai muncul istilah I Hate Monday dan Thank God It's Friday...

Pertanyaannya, mengapa?

Mengapa kita sebegitu membenci hari Senin dan sebegitu senangnya ketika hari Jumat?
Ada apa dengan aktivitas kita dari hari Senin hingga Jumat?
Apakah kita tidak menyukai pekerjaan kita?
Apakah kita tidak menyukai kuliah kita?
Apakah kita tidak menyukai sekolah kita?
Apakah kita tidak menyukai hidup kita?

Kalo betul bahwa kita tidak menyukai aktivitas kita dari hari Senin hingga Jumat, mengapa kita masih melakukannya?

Karena tuntutan keluarga?
Karena tuntutan kehidupan?
Karena tuntutan masyarakat?
Atau karena segudang alasan lainnya yang menjadi alasan mengapa kita masih melakukan hal yang tidak kita sukai?

Hmm... Gw mau menawarkan satu konsep sederhana:

Kalo kita nggak suka, ya nggak usah dikerjain

Simpel kan...

Sayangnya, otak kita yang membuatnya nggak simpel...

Kan nggak segampang itu pindah kerjaan...
Nanti gmana keluarga gw kalo gw nggak kerja?
Apa kata orangtua kalo gw ga kuliah di tempat yang mereka pilihkan?
Apa kata teman-teman gw kalo gw ga sekolah?

Your life is your life, not your parents' life, not your friends' life, even it's not your society's life...

IT'S... YOUR... LIFE...

You deserve a life, EXACTLY, how you want it to be...

Kelihatannya belum semua kita mulai merasa tergugah... Tidak apa-apa, yang penting pemikiran ini mulai ada di pikiran kalian...


Sedikit sharing kehidupan gw, gw sangat suka aktivitas kuliah gw... Walaupun semester 7 ini padat aktivitas, gw menjalaninya dengan perasaan yang bersemangat, simply karena gw suka berada di dalamnya...

Gw ga suka kalo udah kelamaan liburan, di rumah doank dan ga ngapa-ngapain... Kerjaan gw cuman makan, main laptop, tidur, nonton, baca buku, udah begitu aja... Lumutan gw jadinya...

Jalan-jalan pun nggak bisa sering-sering karena ngabisin duid dan nggak banyak tempat yang bisa dikunjungi dengan budget yang terbatas...

Makanya gw seneng banget pas udah mulai kuliah lage...


Apapun aktivitas kita, seharusnya aktivitas tersebut sebegitu menyenangkannya, sehingga kita menanti-nantikan hari Senin dan mulai berasa nggak suka kalo udah hari Jumat... Seharusnya mindset ini yang selalu ada di pemikiran kita:

Thank God It's Monday...

Oh No, It's Friday...

Everywhere That I Go - Israel Houghton

(Go)

I belong to You, You belong to me Lord
I'm surrounded everywhere that I go
I will walk with You, You will walk with me Lord
I'm surrounded everywhere that I go

(Oh, would you sing it with me?)


I belong to You, You belong to me Lord
I'm surrounded everywhere that I go
I will walk with You, You will walk with me Lord
I'm surrounded everywhere that I go
And I am Yours and You are mine, oh mine

You promised me You'd never leave
You promised me I'm never forsaken
I believe goodness and mercy will follow me
Surrounding me where I go, everywhere that I go

(Everywhere)


I belong to You, You belong to me Lord
I'm surrounded everywhere that I go
I will walk with You, You will walk with me Lord
I'm surrounded everywhere that I go
And I am Yours and You are mine, oh mine


You promised me You'd never leave
You promised me I'm never forsaken
I believe goodness and mercy will follow me
Surrounding me where I go, everywhere that I go

You Lord are a shield above me
Everywhere, everywhere that I go

You Lord are a shield above me
Everywhere, everywhere that I go


You Lord are a shield above me
Everywhere, everywhere that I go
Your grace and love surround me
Everywhere, everywhere, everywhere, everywhere that I go

I believe goodness and mercy will follow me
Surrounding me where I go


You promised me You'd never leave
You promised me I'm never forsaken
I believe goodness and mercy will follow me
Surrounding me where I go, everywhere that I go





I Find It Kinda Funny, Though

Gw jadi inget satu percakapan, kira-kira keadaannya seperti ini:

Gw lage ngobrol dengan seorang temen cewek gw, dan di tengah-tengah obrolan,

Gw: Gw lage pengen cari rumah neh, menurut loe daerah BSD cocok nggak ya?
Dya: Knapa loe mau cari rumah?
Gw: Bwat persiapan married di masa depan
Dya: *ketawa* Jauh amat dah mikirnya... Ya elah, loe kan mase muda banget, blom kerja bahkan... Emang pacar udah punya? Ntar aja mikirnya kalo udah tunangan dan udah mau married... *ketawa lage*
Gw: *tersenyum* Gw mau tanya deh satu pertanyaan ama loe... Loe lebih milih mana, married dengan orang yang serius ato orang yang maunya main-main aja?
Dya: Ya ama orang yang serius lah...
Gw: Oke, pilih mana, laki-laki yang udah nyiapin rumah sebelum loe mo married, ato laki-laki yang ga jelas mo tinggal dmana setelah married?
Dya: Ya udah jelas lah, yang udah mapan...
Gw: Kalo bgitu, kalo dari sekarang gw udah mikirin rumah untuk gw dan calon pasangan gw nantinya, ga salah dunk *tersenyum*
Dya: *terdiam*

Minggu, 05 Agustus 2012

Choose, Chosen, Choice

Keputusan yang kau pilih hari ini akan mempengaruhi masa depanmu

Yep, itu satu ungkapan yang sangat gw setuju sekali...

Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik, kita membuat keputusan... Setiap saat kita membuat keputusan... Keputusan-keputusan yang kecil, seperti:

"Hari ini mau pakai baju apa?"
"Nanti siang mau makan dimana?"

Sampai keputusan yang lebih besar, seperti:

"Tahun depan mau kuliah dimana dan ambil apa?"
"Kerjaan itu gw ambil ato nggak ya?"

Bahkan, ada beberapa keputusan yang mempengaruhi sisa hidup kita ke depan, seperti:

"Maukah aku menikah dengannya?"
"Apakah sebaiknya aku menjalani operasi ini atau tidak?"
"Agama dan keyakinan apakah yang sebaiknya kupegang?"

Ada terlalu banyak contoh, kalian pun bisa membuat contoh yang lebih baik...

Kelihatannya, keputusan-keputusan besarlah yang mempengaruhi hidup kita...

Tapi...

Gw merasa justru keputusan yang paling kecil adalah keputusan yang paling penting...

Sebelum gw memutuskan mau kuliah di fakultas dan universitas mana, gw harus memutuskan apakah gw mau browsing di internet untuk mencari informasi atau tidak, apakah gw mau kuliahnya di Indonesia atau tidak, dll...

Bahkan mungkin keputusan yang menurut gw paling penting adalah apakah gw akan bangun di pagi hari itu dan melakukan aktivitas gw atau hanya tidur-tiduran saja seharian dan tidak melakukan apa-apa...

Keputusan besar selalu diawali dengan keputusan kecil...

Pernahkah kamu menyadari bahwa apa yang kamu putuskan untuk makan hari ini akan mempengaruhi pekerjaanmu 50 tahun ke depan?

Kelihatannya tidak berhubungan? Pikir lagi...

Pernahkah kamu menyadari bahwa dengan siapa kamu memutuskan untuk bergaul akan mempengaruhi siapa yang akan datang ke pemakamanmu nanti?

Masih berpikir tidak berhubungan? Pikir lagi...